Presentasi Diri Remaja dalam Media Sosial Instagram
PRESENTASI
DIRI REMAJA DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
DOSEN
PENGAMPU:
Ratna
Puspita, S.Sos., M.Si
DISUSUN
OLEH:
1.
Celesta Agestya Fortuna (201910415343)
2.
Eldy Haniel Rauan (201910415395)
3.
Ervin Azriel Eldayana (201910415061)
4.
Moch Iqbal Suprayogi (201910415407)
5.
Rifky Ibnu Aziz (201910415254)
UNIVERSITAS
BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
FAKULTAS
ILMU KOMUNIKASI
2021
Latar Belakang
Setiap manusia dalam
menjalankan kehidupannya pasti melakukan presentasi diri dengan disadari maupun
tidak disadari. Pada dasarnya presentasi diri sudah melekat pada diri setiap
manusia, setiap langkah dalam kehidupannya
menuntut manusia agar menciptakan kesan mengenai dirinya melalui presentasi
diri. Dengan kesan tersebut ditujukan agar orang lain dapat menilai apa yang
telah dipresentasikan.
Merupakan
sebuah fakta dalam kehidupan sehari-hari bahwa menampilkan diri dengan baik
atau membuat kesan baik dihadapan orang lain adalah sebuah kebutuhan, sehingga
secara disadari atau tidak seseorang melakukan managemen kesan agar presentasi
diri yang muncul dinilai baik oleh orang lain, tulis seorang psikolog yang
bernama Anna Wahidah dalam blog-nya yang berjudul “Self Presentation”.
Presentasi
diri merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu tertentu untuk
memproduksi definisi situasi dan identitas sosial bagi para aktor dan definisi
situasi tersebut mempengaruhi ragam interaksi yang layak dan tidak layak bagi
para aktor dalam situasi yang ada (Goffman dalam Mulyana, 2008).
Media
sosial merupakan sebuah wadah untuk beraktivitas dan bersosialisasi. Sosial
Media menjadi lebih dikenal lagi setelah twitter dan instagram sudah mulai
dikenal dan banyak yang menggunakannya dikalangan pengguna internet. Hal
tersebut menjadikan Media Sosial dan Internet menjadi hal yang tidak
terpisahkan. Maka dari itu tidak akan heran jika mendengar kata Sosial Media,
maka yang akan terbesit di pikiran adalah internet, twitter dan juga instagram.
Di
Indonesia sendiri, aktivitas Sosial Media sebenarnya telah ada sejak lama
dengan bermunculannya berbagai macam forum diskusi dengan berbasis web seperti
Kaskus, dan saat itu banyak orang mulai merasakan sangat pentingnya untuk
menampilkan sosok diri sendiri agar dapat dikenal orang lain. Sosial Media
sangat memiliki dampak yang besar pada kehidupan kita saat ini, seseorang yang
tadinya bukan siapa-siapa dan tidak dikenal dapat dengan seketika dikenal oleh
banyak orang melalui Sosial Media.
Untuk
kalangan anak muda, media sosial Instagram dimanfaatkan sebagai tempat untuk
membentuk sebuah image diri, mencurahkan perasaan ataupun menyampaikan kritik.
Semua aktivitas yang dilakukan wajib diunggah ke media sosial instagram agar
semua followers dapat mengetahui apa yang sedang di lakukan.
Instagram merupakan media sosial yang saat ini sedang
booming dibandingkan dengan media sosial lainnya seperti facebook untuk
contohnya. Instagram merupakan aplikasi yang memfokuskan diri pada pengalaman
untuk berbagi foto ataupun video ke jejaring sosial melalui perangkat mobile.
Instagram
lebih memfokuskan kepada teman dan menyediakan berbagai filter yang dapat
digunakan dan ini menjadikan instagram menjadi sangat populer pada saat ini.
Tampilan yang menarik dan sederhana juga menjadikan Instagram sebagai media
sosial pilihan sebagai aplikasi portofolio untuk mengkoleksi foto. Instagram tidak
hanya sekedar menjadi tempat menunggah foto dan video saja. Berbagai bentuk
bisnis pun dapat dikembangkan melalui aplikasi ini. Banyak online shop
memanfaatkan Instagram untuk mempromosikan produknya. Mereka akan mengambil
foto produk yang mereka jual dan mengunggahnya melalui instagram tentunya
dengan menampilkan deskripsi produk tersebut dan juga harga.
Selain itu, aplikasi Instagram ini mampu melahirkan selebriti Instagram atau yang sering disebut dengan selebgram. Selebgram merupakan selebritis di dunia Instagram, julukan tersebut biasanya diberikan kepada akun pribadi seseorang yang memiliki banyak followers dikarenakan foto dan video yang diunggah orang tersebut menarik dan banyak disukai oleh para pengguna Instagram lainnya. Selebgram juga memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masyarakat. Keuntungan menjadi selebgram selain menjadi terkenal di masyarakat, selebgram juga mempunyai peluang besar untuk mendapatkan tawaran menjadi endorser ataupun buzzer dari online shop dan brand terkenal.
Presentasi
Diri
Presentasi diri yang
terjadi pada media baru berbeda-beda berdasarkan jenis medianya. Jika media
tersebut adalah homepage pribadi, maka presentasi diri akan menjadi lebih
konstan dan tetap. Hal ini disebabkan oleh frekuensi untuk melakukan perubahan
di dalam medium tersebut yang tidak terlalu tinggi. Kondisi yang berbeda muncul
ketika sebuah mediumnya adalah Twitter. Para pengguna Twitter bisa mempresentasikan
siapa dirinya melalui biografi singkat ataupun pada tweets mereka. Tweets
merupakan salah satu cara yang paling dominan bagi para penggunanya untuk
mempresentasikan siapa diri mereka. Sementara tweets ini yang bersifat dinamis
dan interaktif, mengalami perubahan yang sangat cepat seiring berjalannya
waktu. Sehingga, medium Twitter membuat presentasi diri berlangsung lebih
dinamis (Marwick & Boyd, 2010:2-3).
Media
Sosial
Pada dasarnya media
sosial terdiri dari dua kata, yaitu “media” dan “sosial”. Secara singkat, media
didefinisikan sebagai alat komunikasi
Sedangkan definisi sosial,
menurut Durkheim ialah tentang kenyataan sosial bahwa setiap orang melaukan
kontribusi kepada masyarakat
Media sosial sendiri
memiliki arti sebagai medium pada internet yang dapat membuat para penggunanya
mempresentasikan diri serta berinteraksi, berbagi, berkomunikasi bahkan bekerja
sama dengan pengguna lainnya secara virtual
Kebutuhan masyarakat
dalam memenuhi kebutuhan informasi, pendidikan, hiburan serta akses pengetahuan
yang berasal dari seluruh penjuru bumi yang menjadikan media menjadi salah satu
kebutuhan primer. Selain itu, kemajuan teknologi tak dapat terbendung lagi,
hingga menjadikan dunia ini dapat dikendalikan dalam genggaman tangan
Dilansir dari
Dengan data tersebut membuktikan bahwa masyarakat sangat bergantung
kepada media sosial. Dalam media sosial kita dapat mengekpresikan diri kita
sesuai dengan kehendak kita yang bahkan tidak dapat direalisasikan dalam
kehidupan nyata. Selain itu, dengan adanya media sosial dapat membantu kita
untuk melampaui batas jarak, waktu, usia, dan lain sebagainya. Dan perkembangan
media sosial ini tidak dapat dipastikan bahwa akan berhenti sampai sini saja,
namun akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Instagram
Instagram bisa didefinisikan sebagai sebuah aplikasi mobile yang bisa dijalankan pada
perangkat iOS, Android dan Windows Phone yang dimana pengguna dapat mengedit
dan memposting foto atau video ke halaman utama Instagram dan jejaring sosial
lainnya.
Instagram merupakan
aplikasi media sosial berbasis Android untuk smartphone, iOS untuk iPhone,
Blackberry, Windows Phone serta sekarang Instagram juga dapat dioperasikan pada
perangkat komputer atau PC. Namun, ketika digunakan pada perangkat komputer,
aplikasi Instagram ini tidak sepenuhnya sama persis dengan aplikasi Instagram
pada ponsel. Biasanya, Instagram pada ponsel lebih banyak fitur dibandingkan
dengan Instagram pada komputer atau PC.
Kegunaan utama dari Instagram
adalah sebagai tempat untuk mengunggah dan berbagi foto-foto kepada sesama pengguna lainnya.
Foto yang telah diambil melalui aplikasi Instagram dapat disimpan di dalam Device tersebut. Penggunaan kamera melalui Instagram juga dapat langsung
menggunakan efek-efek yang ada, untuk mengatur pewarnaan dari foto yang
dikehendaki oleh sang pengguna.
Dari ketiga pengertian
diatas, dapat disimpulkan bahwa Instagram merupakan salah satu aplikasi pada
lini media sosial, yang dimana aplikasi tersebut dapat diinstal pada perangkat
berbasis iOS, Android, Windows Phone, maupun komputer atau PC. Kegunaan dalam
aplikasi Instagram yaitu sebagai wadah para pengguna media sosial untuk
melakukan aktifitas seperti mengunggah foto, baik pada feed maupun story. Dan
aplikasi Instagram ini sendiri juga memberikan efek-efek yang ada untuk para
penggunanya yang bisa mereka gunakan agar foto mereka tampak lebih menarik.
Remaja
Masa remaja adalah masa dimana kita mencari jati diri. Di masa inilah yang memiliki dampak besar bagaimana seorang remaja akan menentukan sikap, sifat dan tindakannya untuk masa yang akan datang. Individu yang sudah dewasa memiliki sifat yang telah mereka bentuk semenjak dari remaja, namun ada juga orang yang membentuk sikap, sifat dan tindakan mereka saat dewasa.
Menurut Papalia dan Olds, masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluh tahun. Sedangkan Anna Freud, berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka, di mana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. (Putro, 2017)
Dari dua pengertian di atas, Kami lebih sependapat dengan pendapat dari Anna Freud, dimana masa remaja bukan hanya soal perkembangan fisik namun juga perkembangan psikologis yaitu emosi, sifat, tindakan dan bagaimana seorang individu dapat mengambil keputusan yang berorientasi pada masa depan. Oleh sebab itu masa remaja adalah masa yang krusial bagi seseorang karena di masa inilah kita sadar atau tidak sadar harus memilih sesuatu yang tidak bisa kita lihat namun sangat besar dampaknya untuk masa yang akan datang.
Analisis
Banyak remaja yang memilih jalan yang salah karena tindakannya yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Oleh sebab itu, kontrol diri diperlukan. Kontrol diri dapat diartikan sebagai suatu aktivitas pengendalian tingkah laku. Kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif (Aviyah, 2014).
Yang saat ini Kami akan bahas adalah bagaimana karakter remaja dalam menggunakan media sosial. Banyak remaja yang menggunakan sosial media mereka untuk menunjukan siapa mereka, meskipun sebenarnya belum tentu hal itu nyata adanya namun demi pengakuan dari orang-orang yang mengenal mereka lewat sosial media. Ketika para remaja tersebut memposting sisi hidup nya yang penuh kesenangan, tidak jarang kenyataannya dalam hidupnya mereka merasa kesepian.
Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasanya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman. Dalam media sosial siapapun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Hal ini dikarenakan dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan jati diri atau melakukan kejahatan. Padahal dalam perkembangannya di sekolah, remaja berusaha mencari identitasnya dengan bergaul bersama teman sebayanya. Namun saat ini seringkali remaja beranggapan bahwa semakin aktif dirinya di media sosial maka mereka akan semakin dianggap keren dan gaul. Sedangkan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno atau ketinggalan jaman dan kurang bergaul. (Wilga Secsio Ratsja Putri, 2016)
Remaja menjadi sangat rentan untuk menjadi korban dari kejamnya sosial media. Mulai dari mereka meng-halalkan segala cara untuk mendapat perhatian sampai jatuhnya korban jiwa karena menjadi korban bullying dari media sosial mereka baik langsung maupun tidak langsung. Kasus penganiayaan yang baru-baru ini terjadi terhadap siswi SMP bernama Audrey di Pontianak, Kalimantan Barat. Audrey dikeroyok dan mengalami penganiayaan oleh sejumlah siswi SMA yang diduga dipicu masalah asmara dan saling balas komentar di media sosial. Pada medio Desember 2018, seorang pelajar SMP di Bekasi dikeroyok empat orang pelajar lainnya setelah saling ejek di media sosial. Hal yang mirip juga terjadi pada November 2018 di Kolong Tol Deplu Raya, Bintaro, Jakarta Selatan. Satu korban tewas setelah dua kelompok pelajar saling tantang untuk berduel di Instagram.Sementara pada Maret 2019 lalu, Amir Hamdani (17) harus meregang nyawa setelah terkena luka bacok. Amir tewas setelah sebelumnya bertengkar dengan MR di media sosial Facebook. (Dahono, 2019)
Instagram adalah aplikasi untuk mengunggah foto atau video dan saat ini Instagram sudah digunakan oleh banyak orang dan sudah menjadi trend dewasa ini. Apalagi saat ini, gawai seperti barang wajib untuk semua orang tidak terkecuali oleh kalangan remaja. Remaja yang memiliki emosi yang belum stabil sangat rentan dan dapat menggunakan media sosial hanya untuk mendapatkan pengakuan bahkan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis diatas dapat kita simpulkan bahwa remaja yang bermain Media Sosial, memiliki berbagai macam karakter. Banyak remaja yang menggunakan sosial media mereka untuk menunjukan siapa mereka, meskipun sebenarnya belum tentu hal itu nyata adanya namun demi pengakuan dari orang-orang yang mengenal mereka lewat sosial media.
Kalangan
remaja yang mempunyai media sosial biasanya memposting tentang kegiatan
pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman. Dalam media sosial
siapapun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa
rasa khawatir. Hal ini dikarenakan dalam internet khususnya media sosial sangat
mudah sekali untuk diakses.
Namun
saat ini seringkali remaja beranggapan bahwa semakin aktif dirinya di media
sosial maka mereka akan semakin dianggap keren dan gaul. Sedangkan remaja yang
tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno atau ketinggalan jaman dan
kurang bergaul.
Referensi
Asfihan, A. (2021,
January 10). Retrieved from Adalah Web site: https://adalah.co.id/instagram/
Aviyah, E. (2014). Religiustas, Kontrol Diri Dan
Kenakalan Remaja. Surabaya: Pesona, Jurnal Psikologi Indonesia.
Burton, G. (2005). Media and Society: Critical
Perspectives. Open University Press.
Dahono, Y. (2019). Saat Remaja Tak Bisa Kendalikan
Diri di Media Sosial. beritasatu.com.
Durkheim, E. (1982).
Friedman, T. L. (2005). The World Is Flat.
Farrar, Straus and Giroux.
Hunter, R. (2002). World Without Secrets: Business
Crime and Privacy in the Age of Ubiquitous Computing. John Wiley and Sons.
Luik, J. E. (n.d.). Media Sosial dan Presentasi
Diri, 9.
Mahendra, B. (2017). EKSISTENSI SOSIAL REMAJA DALAM
INSTAGRAM. 151-160. Retrieved from
https://publikasi.mercubuana.ac.id/files/journals/16/articles/1649/submission/original/1649-3678-1-SM.pdf
Mulawarman, & Nurfitri, A. D. (2017). Perilaku
Pengguna Media Sosial beserta Implikasinya Ditinjau dari Perspektif Psikologi
Sosial Terapan. Buletin Psikologi, 37. Retrieved from
file:///C:/Users/ervin/Dropbox/My%20PC%20(DESKTOP-R2DFNB9)/Downloads/22759-66335-4-PB.pdf
Nasrullah, R. (2015). Media Sosial Perspektif
Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Nasrullah, R. (2017). Media Sosial. Bandung:
Simbiosa Rekatama Media.
Pratama, A. M. (2020, November 9). Pengguna
Internet Indonesia hingga Kuartal II 2020 Capai 196,7 Juta Orang. Retrieved
from Kompas.com:
https://money.kompas.com/read/2020/11/09/213534626/pengguna-internet-indonesia-hingga-kuartal-ii-2020-capai-1967-juta-orang
Putro, K. Z. (2017). Pengertian Remaja. Memahami
Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaj, 1.
Samanthaa, D. (n.d.). Retrieved from
https://deasamanthaa.blogspot.com/2013/09/presentasi-diri.html?m=1
Weber, M. (1978). Economy and Society: An Outline
of Interpretive Sociology. California: University of California Press.
Wilga Secsio Ratsja Putri, R. N. (2016). PENGARUH
MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU REMAJA. Penelitian Pada Masyarakat,
48-49.
Winarso, B. (2015, September 17). Retrieved from Daily
Social Web site: https://dailysocial.id/post/apa-itu-instagram
Yasmin, P. (2020, Desember 6). Populasi Indonesia
2020 Lengkap Data per Provinsi. Retrieved from detikNews:
https://news.detik.com/berita/d-5284032/populasi-indonesia-2020-lengkap-data-per-provinsi

Komentar
Posting Komentar